TTI (Toko Tani Indonesia)


Panjangnya rantai pasok komoditas pangan disinyalir sebagai faktor yang menyebabkan tidak efisiensinya tata niaga pangan. Hal ini diindikasikan oleh tidak seimbangnya perolehan marjin dari masing-masing pelaku pasar. 

‚ÄčKondisi timpang ini telah berlangsung lama dan berkontribusi sangat nyata terhadap tingkat kesejahteraan petani. Disisi lain, panjangnya pelaku tata niaga pangan tersebut membuat konsumen sulit memperoleh harga wajar sehingga harus menerima harga akumulasi dari marjin keuntungan yang diperoleh dari pelaku rantai pasok. 

Mencermati kondisi tata niaga pangan tersebut, Kementerian Pertanian cq Badan Ketahanan Pangan menggulirkan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI) sebagai terobosan baru guna memangkas rantai pasok. Oleh karena itu. Kegiatan ini membawa misi untuk melindungi produsen dari jatuhnya harga dan disisi lain, melindungi konsumen dari tingginya harga pangan sehingga tercipta tata niaga pangan yang berkeadilan.


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Peta


Statistik Kunjungan


Kritik dan Saran