JAMBORE PANGAN YANG BERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG DAN AMAN ( B2SA) TINGKAT PROVINSI BANTEN TAHUN 2020


JAMBORE PANGAN YANG BERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG DAN AMAN ( B2SA) TINGKAT PROVINSI BANTEN TAHUN 2020


                  Mancak 13/01/2020 – Dinas Ketahanan Pangan menggelar acara Jambore B2SA acara berlangsung selama dua hari yaitu dari tgl 12 s/d 13 januari 2020 di Lembah Bukit Hijau Jl. Raya Anyar-Mancak, Waringin, Mancak –Serang

Ketahanan pangan merupakan salah satu syarat penting menurunkan angka kelaparan dan kemiskinan sebagai target pertama dari MDGs dan mencapai kesejahteraan rakyat. Kemiskinan merupakan penyebab ketidaktersediaan pangan di tingkat keluarga  sehingga terjadi kekurangan gizi. Kurang gizi berdampak terhadap tingginya angka kesakitan pada anak. Perbaikan gizi dapat dilaksanakan tanpa harus menunggu rakyat bebas dari kemiskinan. Program pangan dan gizi disusun untuk mengatasi permasalahan pangan dan gizi. Tujuan program pangan dan gizi adalah untuk menyediakan pangan dalam jumlah, jenis dan mutu yang baik guna mencapai status gizi yang baik pula. Sasaran perbaikan gizi PJP II diantaranya adalah terwujudnya kesadaran gizi yang tinggi di masyarakat, yang tercermin dari pola konsumsi pangan masyarakat yang beragam dan bermutu gizi seimbang.

            Kebijakan konsumsi pangan dimasa lalu belum memberikan perhatian yang seimbang pada pangan non beras, terutama penganeka ragaman konsumsi pangan, serta lemahnya program pendidikan gizi dan pangan bagi masyarakat. Kondisi ini telah mengubah pola konsumsi masyarakat dimana berbagai pangan lokal seperti jagung, umbi-umbian, sagu dan sebagainya dianggap sebagai bahan pangan inferior serta pola konsumsi pangan masyarakat didominasi oleh beras. Hal ini menunjukkan bahwa pola konsumsi pangan telah berubah sesuai dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.


Ibu Aan (Kadis Ketapang) sedang memberikan materi kepada para peserta Jambore

 

            Kita menyadari bahwa tidak ada satupun bahan pangan yang mengandung gizi lengkap. Semakin tinggi keragaman pangan dikonsumsi semakin tinggi pula asupan gizinya. Sebaliknya konsumsi pangan yang tidak beragam dapat menurunkan mutu konsumsi sehingga akan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia. Untuk menjawab tantangan kedepan perlu dibangun sumberdaya manusia yang sehat, tangguh fisik dan mental serta cerdas melalui pendekatan penganekaragaman konsumsi pangan.

                  Perubahan perilaku masyarakat terhadap pola konsumsi dari konsumsi hanya bergantung pada beras, memerlukan berbagai upaya baik dari sisi perencanaan aksi dan promosinya. Peningkatan citra pangan inferior seperti singkong, talas, ubi jalar, ganyong dan lain-lain harus dilakukan dengan berbagai cara seperti perlombaan, pameran, seminar, talkshow, promosi melalui media cetak dan  media elektronik dan lain-lain. Diharapkan dengan menggunakan berbagi media secara perlahan akan terjadi perubahan perilaku dan cara berpikir masyarakat terhadap konsumsi pangannya.

                  Dengan diadakan nya Jambore Pangan Yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2020. ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam rangka implementasi Peraturan Presiden No. 22 Tahun 2009 dan Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2010 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan. Selain untuk penigkatan konsumsi pangan, juga sebagai bahan tambahan pengetahuan dan keterampilan pada organisasi perempuan, organisasi agama, dan organisasi masyarakat sebagai tombak penggerak di masyarakat dan dapat dijadikan sebagai tempat pembelajaran dalam menentukan pilihan makanan yang memenuhi syarat gizi sehingga para siswa mempunyai SDM yang berkualitas agar tetap sehat aktif dan produktif.

 

Tujuan Jambore Pangan Yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2020 adalah : Untuk mendorong pembangunan ketahanan pangan yang mendukung pembangunan secara keseseluruhan selain itu untuk meningkatkan Pengetahuan dan Pemahaman di setiap sekolah dan  Masyarakat tentang pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang ada di provinsi Banten, Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang makanan B2SA. Disamping itu jugga bertujuan mensosialisasikan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman kepada para Siswa siswi yang ada di sekolah di wilayah Kabupaten / Kota

Selain memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keberagaman konsumsi gizi seimbang dalam rangka mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Serta dapat menambah keterampilan dan mendorong pelajar di Provinsi Banten untuk ikut      mensosialisasikan pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA)        dan menerapkan pada masing-masing keluarga

Sasaran dari kwgiatan ini untuk meningkatkan kesadaran, peran dan partisipasi Siswa-siswi dalam mewujudkan pola konsumsi pangan B2SA serta menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap bahan pangan tertentu dengan pemanfaatan pangan lokal, serta sasaran pesertanya adalah  KCD Pendidikan Serang Raya dan Cilegon, Para Guru dan Pelajar, Pengelola Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kab/kota, total  176 orang.


Para pemenang lomba lomba cipta menu B2SA

Dalam rangka meningkatkan motivasi masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan  Provinsi Banten pada hari ini  melaksanakan kegiatan Jambore Pangan Yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Provinsi Banten Tahun Anggaran 2020.

Sesuai UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan adalah urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat. Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif dan berkelanjutan.

Dalam undang – undang pangan No. 18 tahun 2012 juga mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional. Dalam penyelenggaraan pangan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memproduksi pangan secara mandiri, menyediakan pangan yang beranekaragam dan memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi bagi konsumsi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan salah satu  bentuk inovasi pemerintah daerah Provinsi Banten untuk menjadi tali penyambung sekaligus motor penggerak program peningkatan ketahanan pangan antara pemerintah dengan masyarakat dimana masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan pangannya  yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif dan berkelanjutan.

 

Ketahanan Pangan bukan semata perkara supply-demamd pangan/urusan perut, tapi daya saing bangsa/ urusan otak, gizi anak. Kekurangan gizi bisa menyebabkan

a)      Gagal Tumbuh, Berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus

b)      Hambatan perkembangan kognitif ( nilai sekolah dan keberhasilan pendidikan

c)      Menurunkan produktifitas pada usia dewasa

d)      Gangguan metabolic( lemak, karbohidrat, protein) sebagai resiko utama PTM (diabet tipe II, Stroke, Penyakit jantung, kanker dll) pada usia dewasa.

Kejadian balita stunting (pendek) merupakan masalah Gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir , pendek memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk, prevalensi balita pendek mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% pada tahun 2017.

-       Stunting disebabkan oleh banyak factor

1.    Praktek pengasuhan yang tidak baik

2.    Terbatasnya layanan kesehatan

3.    Kurangnya akses ke makanan bergizi

4.    Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi

-       3 Komponen utama Penanggulangan Stunting

1.    Pola asuh

2.    Pola makan

3.    Air bersih sanitasi

-       Dalam Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, Yaitu memiliki fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta cerdas.

-       Sosialisasi Pola Konsumsi B2SA untuk masyarakat  melalui Jambore B2SA, Lomba Cipta menu Beragam Bergizi,Seimbang dan Aman, KRPL, sosilisasi Konsumsi B2SA.

-       Mempunyai Slogan panganku B2SA : Menganjurkan makanan Beragam mengatur Porsi/ Jumlah makanan, Susu tidak beda dengan pangan sumber protein hewani lainya.

-       Pedoman Gizi Seimbang mempunyai 4 pilar:

1. Mengkonsumsi aneka ragam pangan (sesuai dengan kebutuhan gizi, karena tidak ada satupun pangan yang bernilai gizi lengkap.

2. Membiasakan prilaku hidup bersih

3. Melakukan Aktifitas Fisik

4. Memantau berat badan (BB) secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal.

-       Dalam materi yang disampaikan, di jelaskan tentang standar porsi, cara menghitung kebutuhan gizi, cara membuat menu B2SA dan cara membuat standard an menyajikan nya.

-       Materi tentang Prinsip B2SA dari Praktisi Gizi. Dimana dalam prnsip B2SA harus memperhatikan tentang makanan yang mengandung B2SA dimana harus memperhatikan menu yang beragam, bergizi, seimbang dana man dengan memperhatikan kandungan gizi dari makanan itu sendiri.

-       Dalam prinsip B2SA perlu diperhatikan pengaturan makanan dengan memperhatikan jenis, jumlah dan jadwal makan. Selain itu makanan yang dikonsumsi harus berimbang dan memperhatikan gizi seimbang

Pola konsumsi pangan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi kedaan gizi seseorang. Tercapainya gizi seimbang dapat bermanfaat untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan gizi.umunnya kelompok usia remaja, merupakan periode rentan gizi karena peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan yang pesat. Selain itu pada remaja dibutuhkan energy yang cukup untuk melakukan aktifitas fisik yang beragam.

Jika kebutuhan zat gizi tersebut tidak terpenuhi maka akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tubuh, bahkan dapat menyebabkan tubuh kekurangan gizi dan mudah terkena penyakit.

Pemerintah Provinsi banten berupaya meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui kegiatan edukasi dan literasi gizi, serta penerapan prinsip konsumsi pangan Beragam,Bergizi semibang dana man (B2SA) untuk perbaikan pangan dan status gizi, terutama pada remaja.

Peran Masyarakat Dalam meningkatkan Konsumsi Pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA)

Masyarakat harus mengetahui Dampak Konsumsi yang tidak seimbang/ kurang Gizi

·        Lemah, daya tahan tubuh menurun, sering sakit

·        Daya tahan produktifitas pendapatan menurun

·        Prestasi belajar menurun

·        Gangguan pertumbuhan/ perkembangan

·        Rentan keguguran ,pendarahan/ premature

 Masyarakat harus sadar tentang pentingnya pangan yang beragam, contoh pangan yang beragam yaitu :

·        Pangan pokok harus kaya energi, rendah protein, kaya vitamin,mineral

·        Lauk pauk harus kaya protein rendah energi, kaya vitamin,mineral

·        Sayur dan Buah harus kaya vitamin dan mineral serta serat, rendah energy dan protein.

 


Share :

Add New Comment

 Your Comment has been sent successfully. Thank you!   Refresh
Error: Please try again