PERTEMUAN EVALUASI DAN PERSIAPAN PENYUSUNAN DAN ANALISIS SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI (SKPG) TAHUN 2020




PERTEMUAN EVALUASI DAN PERSIAPAN PENYUSUNAN DAN ANALISIS SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI (SKPG) TAHUN 2020



 




Serang, 20 Februari 2020




Secara geografis Banten  merupakan Provinsi yang relatif  luas dan memiliki keragaman agroekologi yang berpotensi sebagai penghasil pangan berlimpah. Perbedaan potensi produksi pangan, keragaman iklim, keragaman penduduk, lokasi geografis di wilayah tertentu yang berpotensi bencana alam  kekeringan dan banjir mengakibatkan sebagian wilayah Banten berpotensi mengalami permasalahan pangan dan gizi. Namun potensi permasalahan tersebut, salah satunya dapat dicegah dengan menerapkan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) yang merupakan salah satu instrumen/alat deteksi dini terhadap situasi pangan dan gizi suatu wilayah dan memberi informasi alternatif tindakan pencegahan dan penanggulangan yang diperlukan. SKPG sebagai instrumen kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya masalah pangan dan gizi digunakan secara luas di berbagai wilayah di dunia. Pelaksanaan SKPG perlu dipahami tidak hanya sebatas pemantauan situasi pangan dan gizi, melainkan sebagai isyarat dini terhadap perubahan situasi pangan dan gizi. Penerapan SKPG sangat diperlukan sebagaimana dinyatakan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dimana terdapat pembagian urusan dalam penanganan kerawanan pangan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota






Salah satu kendala dalam pengelolaan program pangan yang efektif adalah terbatasnya data dan  informasi  Ketahanan Pangan yang akurat dan tertata dengan baik. Penyempurnaan Sistim pelaporan SKPG berbasis website  yang mengacu pada beberapa indikator yang terkait dengan masalah rawan pangan dan gizi ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan informasi lokasi, keberadaan kantong-kantong rentan pangan di tingkat Kabupaten/Kota. Karena data dan informasi hasil analisis tersebut selanjutnya perlu dilakukan  sosialisasi kepada para pihak, khususnya instansi terkait, seperti BPS, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Hal ini jelas memerlukan kerja sama dan koordinasi yang baik dengan instansi lintas sektor. Evaluasi SKPG memiliki arti yang strategis dalam mengukur kinerja dan keseriusan instansi yang menangani ketahanan pangan di tahun sebelumnya dan merencanakan tindak lanjut hasil analisis SKPG tersebut. Pada tahun 2020, diharapkan pelaksanaan SKPG dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya baik secara indikator, metode analisis, sistem, sumberdaya, koordinasi, maupun secara intervensi penanganan mengingat SKPG merupakan sebuah informasi penting yang harus disampaikan kepada semua pihak, karena informasi SKPG mencerminkan tentang situasi ketahanan pangan suatu wilayah




 




Pada pertemuan ini dilaksanakan di Aula Rapat Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten pada tanggal 20 Februari 2020. Acara Pertemuan diawali dengan laporan ketua panitia oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Ketahanan Pangan (Drs. H. Dendi Hamadani, M.Si), dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten yang diwakili oleh Kabid Penyelenggaraan Pangan sekaligus membuka secara resmi acara Rapat Evaluasi dan Persiapan Penyusunan dan Analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Tahun 2020.