Rakor Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Daerah

Rakor Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Daerah

Rakor Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Daerah


Rabu, 6 Agustus 2020



Narasumber sedang memberikan Materi


Seperti yang telah kita ketahui dan kita pahami bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, dalam mewujudkan dan memenuhi kebutuhan akan pangan bagi rumah tangga yang tercemin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau bagi masyarakat. Ketahanan pangan pada suatu wilayah tentunya akan sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek,  baik lokasi wilayah, kondisi sosial ekonomi, budaya, lingkungan alam serta kejadian-kejadian diluar jangkauan kemampuan pengendalian manusia, seperti bencana alam, serangan hama dan lain-lain. Dalam menghadapi hal-hal yang demikian, upaya menjaga stabilitas kondisi ketahanan pangan menjadi penting. Gejala-gejala yang dapat mengganggu perkembangan ketahanan pangan harus segera dapat terdeteksi secara dini.



Para Peserta sedang menrima Materi


 


      Dalam rangka mewujudkan pemenuhan kebutuhan akan pangan bagi seluruh penduduk di suatu wilayah, maka ketersediaan pangan menjadi sasaran utama dalam kebijakan pangan bagi pemerintahan suatu negara. Ketersediaan pangan tersebut dapat dipenuhi dari tiga sumber yaitu (1) produksi dalam negeri (2) pemasukan pangan; (3) cadangan pangan. Bila terjadi kesenjangan antara produksi dengan kebutuhan pangan di suatu wilayah dapat diatasi dengan melepas cadangan pangan, oleh sebab itu cadangan pangan merupakan salah satu komponen penting dalam ketersediaan pangan.


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 27  ayat (3) dinyatakan bahwa  cadangan pangan pemerintah daerah terdiri dari cadangan pangan pemerintah desa, cadangan pangan pemerintah kabupaten/kota dan cadangan pangan pemerintah provinsi. Kemudian pada Pasal 30 ayat (1) menyatakan bahwa penyaluran cadangan pemerintah dilakukan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana alam, bencana sosial dan atau menghadapi keadaan darurat.


hal ini sejalan  dengan salah satu implementasi program pembangunan ketahanan pangan dimana salah satunya melalui penguatan Cadangan Pangan Masyarakat (CPM) dan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).      Sejak Tahun 2011 sampai saat ini  Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Provinsi Banten sudah memiliki iron stok yang sebagian  besar telah disalurkan untuk nelayan gagal melaut, korban Pasca banjir, korban pasca kebakaran, puso dan gagal panen yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan kota Cilegon. Dengan stok terakhir CPP Provinsi Banten Sampai dengan Januari 2020 sebesar 208,934.67 kg ( 208 ton) beras yang tersimpan di BULOG Divre DKI Jakarta – Banten.


 


Disamping Cadangan Pangan Masyarakat(CPM) juga ada Cadangan  Pangan Pemerintah (CPP) daerah yang ada di 7 (Tujuh) kabupaten/ kota sampai dengan saat ini, kecuali Kabupaten Lebak yang belum mengalokasikan Cadangan Pangan Pemerintah yang baru menganggarkan CPP nya di tahun 2020 , sesuai dengan Permentan No.65 Tahun 2010 bahwa SPM cadangan pangan daerah kab/kota minimal 100 ton dan 200 ton untuk Provinsi. Tahun 2018 Kementrian Pertanian mengeluarkan Permentan No.11 Tahun 2018 tentang penetapan jumlah cadangan beras pemerintah daerah. Diharapkan ke depannya pemerintah daerah dapat menggunakan Permentan tersebut sebagai acuan untuk menetapankan jumlah cadangan beras di masing-masing pemerintah daerah.


 


Pentingnya pengembangan Cadangan Pangan disebabkan beberapa hal sebagai berikut :


a.     Bank Dunia pada tahun 2008 memperingatkan bahwa cadangan pangan Indonesia berada dalam titik terendah sehingga bisa menjadi masalah serius jika tidak diatasi sejak awal mengingat cadangan pangan dunia turun hampir setengahnya;


b.     Situasi iklim di Indonesia saat ini tidak menentu dan kurang bersahabat menyebabkan bencana (longsor, banjir, kekeringan) sehingga menuntut manajemen  pangan yang efektif dan efesien agar dapat mengatasi kerawanan pangan


c.     Masa panen dan tidak panen yang mencolok mengharuskan adanya  cadangan pangan untuk mengatasi Distribusi pangan antar waktu;


d.     Cadangan pangan dapat dijadikan instrumen untuk stabilitas harga khususnya untuk mengatasi pola pangan musiman, serta mengantisifasi guncangan dari pasar internasional dan


e.     Banyaknya kejadian darurat sehingga memerlukan adanya cadangan pangan untuk penanganan pasca bencana, penanganan rawan pangan, dan bantuan pangan wilayah.


    Fungsi Cadangan Pangan Pemerintah antara lain: (1). Meningkatkan penyediaan pangan untuk menjamin pasokan pangan yang stabil antar waktu dan antar daerah; (2). Memenuhi kebutuhan beras masyarakat yang mengalami keadaan darurat dan kerawanan pangan pasca bencana; (3). Instrumen stabilisasi harga (4). Meningkatkan akses pangan kelompok masyarakat rawan pangan trasien khususnya pada daerah terisolir dan dalam kondisi darurat karena bencana maupun masyarakat rawan pangan kronis karena kemiskinan.    CPP harus tersimpan dalam gudang dan dilakukan pengelolaan penyimpanan dengan baik, dalam hal ini Provinsi Banten bekerjasama dengan Perangkat Daerah yang menangani urusan pangan yakni Perum Bulog Divre Jakarat – Banten.


    Tata cara Penyelengaaraan Cadangan Pangan diatur lebih lanjut pada perda No.2 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan pangan dan diturunkan lagi dalam Peraturan Gubernur  No. 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi Banten, terkait mekanisme dan teknis penyalurannya.


Dilatarbelakangi kondisi di atas, maka pelaksanaan kegiatan Rapat Rakor CPP daerah ini bertujuan untuk membahas dan mendiskusikan beberapa upaya pengembangan cadangan pangan baik Cadangan Pangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota maupun Cadangan Pangan Desa.


 


Melalui penyelenggaraan Rakor Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Daerah 2020ini diharapkan pengembangan dan pengelolaan cadangan pangan dapat berjalan secara optimal di provinsi banten sehingga dapat berdampak signifikan dalam mengantisipasi kekurangan atau  kerawanan pangan di wilayah Provinsi Banten.


 


Share :

Add New Comment

 Your Comment has been sent successfully. Thank you!   Refresh
Error: Please try again