GERAKAN SADAR PANGAN AMAN TAHUN 2021

GERAKAN SADAR PANGAN AMAN TAHUN 2021

GERAKAN SADAR PANGAN AMAN TAHUN 2021



Serang, 19/03/2021-Dimasa pandemi kita harus menjaga kesehatan dengan menjalankan 5 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menhindari Kerumunan dan Membatasi Mobilisasi, didalam situasi seperti ini  pentingnya menjaga kesehatan dengan menkonsumsi pangan yang beragam, bergizi yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Dinas Ketahanan Pangan melalui bidang Konsumsi Keamanan Pangan menggelar acara Gerakan Sadar Pangan yaitu pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).

“Pemantapan ketahanan pangan mempunyai peran strategis dalam agenda pembangunan nasional karena: Pertama, akses terhadap pangan dengan gizi yang cukup merupakan hak yang paling asasi bagi manusia; Kedua, kualitas pangan dan gizi yang dikonsumsi merupakan unsur penentu yang penting bagi pembenukan sumber daya manusia yang berkualitas; Ketiga, Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama yang menopang ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional yang berkelanjutan. Untuk memenuhi hal tersebut, diperlukan ketersediaan pangan yang cukup setiap waktu, aman, bermutu, bergizi dan beragam dengan harga yang terjangkau oleh daya beli masyarakat, dan diutamakan berasal dari pangan lokal” Kata Ibu Eli Juartini selaku Plt. Kabid Konsumsi dan Kemanan Pangan dalam sambutannya.

Menurut Ibu Eli selaku  Plt. Kabid Konsumsi dan Kemanan Pangan seperti yang kita ketahui tidak semua pangan yang kita konsumsi sehari-hari itu aman dari berbagai bahan yang berbahaya lainnya untuk itu perlu adanya gerakan sadar pangan aman bagi masyarakat “ini segera diaplikasikan di elemen masyarakat supaya masyarakat tau dan sadar betapa pentingnya mengetahui pangan yang aman dan sehat”. Kata beliau.

Negara atau wilayah mempunyai ketahanan pangan yang baik apabila mampu menyelenggarakan pasokan pangan yang stabil dan berkelanjutan bagi seluruh penduduknya, dan masing-masing rumah tangga mampu memperoleh pangan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan ketahanan yang baik terdapat suatu jaminan bagi seluruh penduduk untuk memperoleh pangan dan gizi yang cukup guna menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas dimasa yang akan datang.

                Memang bukanlah pekerjaan yang mudah untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan ketahanan pangan dalam kondisi negara yang sedang melakukan penataan dengan berbagai permasalahan yang komplek, karena secara substansi dan esensi, “hasil-hasil pembangunan ketahanan pangan membutuhkan waktu lama dan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat termasuk Tim Penggerak PKK dalam partisipasinya sebagai agent pembaharuan terutama pada pembinaan peningkatan kesejahteraan keluarga yang dapat membangun ketahanan pangan dan perekonomian keluarga dan masyarakat di Banten yang kita cintai ini”. Pungkas Ibu Eli

                Dalam UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan disebutkan bahwa pemerintah dan pemda berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan mendukung hidup sehat, aktif dan produktif dan penganekaragaman konsumsi pangan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) serta sesuai dengan potensi dan kearifan lokal.

Beberapa fenomena yang dihadapi masyarakat produsen dan konsumen terkait keamanan pangan  seperti penggunaan pupuk dan penyemprotan  pestisida yang tidak bijaksana pada pertanaman, penjualan bahan kimia tersebut tidak diawasi ketat, dan mungkin tidak ada pelaporan secara berkala kepada instansi pemerintah yang berwenang.  Fenomena lain pangan impor yang telah diawetkan siap konsumsi dapat dijumpai dimana saja. Kondisi ini menuntut perlunya  optimalisasi pengawasan bahan berbahaya  terhadap  pangan dan membentuk jejaring keamanan pangan baik di tingkat Provinsi hingga kabupaten/Kota. Penyediaan pangan from  farm to table menuntut peningkatan faktor keamanan pangan yang harus diperkenalkan kepada masyarakat agar pangan yang dikonsumsi sehat dan aman.

 

Keberadaan Dinas Ketahanan Pangan dengan unit layanan pengawasan diarahkan untuk menjamin tersedianya pangan segar yang aman untuk dikonsumsi agar masyarakat terhindar dari bahaya, baik karena cemaran kimia maupun mikroba yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.