DINAS KETAHANAN PANGAN; RAPAT KOORDINAS POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KETERSEDIAAN PANGAN TAHUN 2021

DINAS KETAHANAN PANGAN; RAPAT KOORDINAS POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KETERSEDIAAN PANGAN TAHUN 2021

DINAS KETAHANAN PANGAN; RAPAT KOORDINAS POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KETERSEDIAAN PANGAN TAHUN 2021



Serang, 10/06/2021- Seksi Ketersediaan Pangan menggelar acara Pertemuan Pola Pangan harapan pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten tepatnya diaula Dinas Ketahanan Pangan acara ini berlangsung selama 1 hari (01/08/19). Digelarnya acara ini bertujuan untuk Terbangunnya koordinasi dan jejaring informasi data antar dinas-dinas teknis terkait. Membangun kesamaan persepsi dan sinergi terkait Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan Pangan. disamping itu pula bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya hasil analisis Pola Pangan Harapan (PPH) ketersediaan pangan

Indikator kualitas konsumsi pangan ditunjukkan oleh skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang dipengaruhi oleh keragaman dan keseimbangan konsumsi antar kelompok pangan. PPH biasanya digunakan untuk perencanaan konsumsi, kebutuhan dan penyediaan pangan yang ideal di suatu wilayah.

Pola Pangan Harapan (PPH) atau Desirable Dietary Pattern (DDP) adalah susunan keragaman pangan yang didasarkan pada sumbangan energi dari kelompok pangan utama pada tingkat ketersediaan maupun konsumsi pangan. PPH merupakan instrumen untuk menilai situasi konsumsi pangan wilayah yang dapat digunakan untuk menyusun perencanaan kebutuhan konsumsi pangan ke depan, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya dan preferensi konsumsi pangan masyarakat. Selain itu, PPH juga dapat dijadikan acuan untuk menentukan sasaran dalam perencanaan dan evaluasi penyediaan khususnya produksi pangan.

PPH pertama kali diperkenalkan oleh FAO-RAPA pada tahun 1988, yang kemudian dikembangkan oleh departemen pertanian Republik Indonesia melalui tahap workshop yang diselenggarakan Departemen Pertanian bekerja sama dengan FAO. Tujuan utama penyusunan PPH adalah untuk membuat suatu rasionalisasi pola konsumsi pangan yang dianjurkan, yang terdiri dari kombinasi aneka ragam pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan sesuai cita rasa.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian kegiatan Penyusunan Pola Pangan Harapan Ketersediaan Tahun 2021, dimana Pertemuan ini merupakan tahapan koordinasi persiapan penyusunan Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan Pangan Provinsi Banten Tahun 2021 yang akan kami susun pada tahun ini

 

(Ibu Kadis Ketapang Aan Muawanah sedang memberikan materi)

Salah satu alat ukur yang digunakan untuk menggambarkan kondisi keberagaman ketersediaan pangan suatu wilayah (makro) adalah pola pangan Harapan (PPH) Ketersediaan pangan.

Selama ini mungkin kita lebih mengenal istilah PPH yang di kaitkan dengan konsumsi pangan masyarakat. Sedangkan PPH ketersedian sendiri disusun untuk menyeimbangan antara keberagaman pangan yang tersedia untuk kemudian di komsumsi oleh masyarakat. Dalam penyusunannya, Pola Pangan Harapan (PPH) ketersediaan pangan selalu menyertai Neraca Bahan Makanan (NBM)

Keberagaman ketesediaan pangan dibutuhkan untuk mengarahkan masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang beragam, karena secara alamiah masyarakat akan mengkonsumsi apa yang tersedia di lingkungan dan di pasaran. Kondisi inilah yang mendasari dibutuhkannya hasil analisis Pola Pangan Harapan (PPH) ketersediaan pangan.

Dalam pertemuan ini diharapkan terbangun koordinasi dan jejaring informasi data dengan dinas-dinas teknis dimana data tersedia, dinas-dinas yang menangani Ketahanan Pangan di Kabupaten/Kota dan Para narasumber yang memang memiliki wewenang terutama terhadap data yang dibutuhkan dalam penyusunan Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan Pangan. Ketersediaan data yang valid diharapkan akan meningkatkan validitas hasil anĂ¡lisis PPH dari tahun ke tahun