UPTD SMKP DINAS KETAHANAN PANGAN


UPTD SMKP

DINAS KETAHANAN PANGAN

PENDAHULUAN

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.  

Negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang, baik pada tingkat nasional maupun daerah hingga perseorangan secara merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal.

Sebagai Negara dengan jumlah penduduk yang besar dan di sisi lain memiliki sumber daya alam dan sumber pangan yang beragam, Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara berdaulat dan mandiri, begitu juga di Banten.

Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) adalah pangan asal tumbuhan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pangan olahan yang mengalami pengolahan minimal meliputi pencucian, pengupasan, pendinginan, pembekuan, pemotongan, pengeringan, penggaraman, pencampuran, penggilingan, pencelupan (blanching), dan/atau proses lain tanpa penambahan bahan tambahan pangan kecuali pelapisan dengan bahan penolong lain yang diijinkan untuk memperpanjang masa simpan, yang dilakukan oleh Pelaku Usaha.

Keamanan PSAT adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah PSAT dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. Mutu PSAT adalah nilai yang ditentukan atas dasar kriteria keamanan dan kandungan gizi pangan.

Pelaku Usaha adalah setiap orang yang bergerak pada  satu atau lebih subsistem agribisnis pangan, yaitu penyedia masukan produksi, proses produksi, pengolahan, pemasaran, perdagangan, dan penunjang.

Dalam rangka pengawasan keamanan PSAT dan mutu PSAT, maka diperlukan Unit Kerja Pemerintah dan Pemerintah Daerah tingkat provinsi/kabupaten/kota sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP).

 

PROFIL UPTD SMKP DAN OKKPD

 

Sejarah Singkat Pembentukan OKKPD Provinsi Banten

Surat Keputusan Gubernur Banten  501/Kep-415-Huk/2009 tanggal 26 Agustus 2009 tentang penunjukan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten sebagai Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah Provinsi Banten;
OKKP-D Provinsi Banten lulus Verifikasi Pertama oleh OKKP-Pusat sesuai Sertifikat Verifikasi nomor OKKP–LSP-016, dengan masa sertifikat: Tanggal 20 November  2012   s/d  20 November 2016;
Surat Keputusan Gubernur Banten  No. 521/Kep.355-Huk/2014 tanggal 1 September 2014 tentang penunjukan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten sebagai Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah Provinsi Banten;
Surat Keputusan  Gubernur  No. 520/Kep.129-Huk/2016 tanggal 26 Februari 2016 tentang Penunjukan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Banten;
OKKP-D Provinsi  Banten lulus Verifikasi Kedua oleh OKKP-Pusat sesuai Sertifikat Verifikasi nomor OKKPP-LSP-016, dengan masa sertifikat Tanggal 14 Juni 2016 - 14 Juni  2019;
Surat Keputusan Gubernur Banten No. 520/Kep.340-Huk/2017 tanggal 22 Agustus 2017 tentang Penunjukkan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Banten;
Peraturan Gubernur Banten Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, termasuk UPTD Sertifikasi Mutu dan Keamanan Pangan.

 

Kedudukan UPTD Sertifikasi Mutu dan Keamanan Pangan (SMKP)

UPTD Sertifikasi Mutu dan Keamanan Pangan adalah UPTD pada Dinas Ketahanan Pangan;
UPTD Sertifikasi Mutu dan Keamanan Pangan dipimpin oleh seorang Kepala UPTD yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan;
UPTD Sertifikasi Mutu dan Keamanan Pangan mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan teknis operasional Dinas Ketahanan Pangan dibidang pelayanan teknis keamanan pangan, sertifikasi dan pengujian mutu pangan;
UPTD Sertifikasi Mutu dan Kemanan Pangan diklasifikasi kelas A;
UPTD kelas A untuk mewadahi beban kerja yang besar;
Struktur Organisasi UPTD kelas A, terdiri atas :

Kepala;
Sub Bagian Tata Usaha;
Seksi paling banyak 2 (dua) seksi; dan
Kelompok jabatan fungsional

 

Fungsi UPTD Sertifikasi Mutu dan Keamanan Pangan (SMKP)

Pelaksanaan dan pelayanan teknis pengujian keamanan mutu pangan segar;
Pelaksanaan sosialisasi standar residu pestisida di Bawah Minimum Residu (BMR), Good Handling Practice (GHP), Standar Operasional Prosedur (SOP), Standar Nasional Indonesia (SNI), Hazard Analysis Critical Control Poin (HACCP), rekomendasi ekspor pangan segar, produk dalam, registrasi rumah kemasan dan dokumentasi sistim mutu;
Pelaksanaan Pelatihan Petugas Pengambil Contoh (PPC), Audit Internal Mutu Pangan dan Good Agriculture Practices (GAP);
Pelayanan rekomendasi sertifikasi keamanan pangan segar dan rekomendasi ekspor pangan segar;
Pelayanan verifikasi hasil analisis laboratorium dan registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT); dan
Pelaksanaan kegiatan administrasi ketatausahaan, ketatalaksanaan, dan pelaporan.

Susunan Organisasi UPTD Sertifikasi Mutu dan Keamanan Pangan

Kepala;
Sub Bagian Tata Usaha;
Seksi Sertifikasi dan Pengujian Mutu Pangan;
Seksi Pelayanan Teknis Keamanan Pangan; dan

Kelompok jabatan fungsional.

(Untuk lebih lengkap silahkan klik link berikut : UPTD SMKP


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan