Tujuan dan Sasaran


Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi suatu organisasi, yaitu sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu suatu perencanaan. Sedangkan sasaran merupakan penjabaran dari tujuan organisasi, yaitu hasil yang akan dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai, serta dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.

Tujuan yang ingin diwujudkan adalah :

  1. Terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat dan penanganan daerah rentan/rawan pangan.
  2. Tercapainya  aksesibiltas pangan bagi masyarakat.
  3. Memenuhi konsumsi pangan masyarakat yang beragam, bergizi, seimbang dan aman berbasis sumber daya lokal.
  4. Memperkuat Kelembagaan Ketahanan Pangan Dalam Rangka Penyelenggaran Ketahanan Pangan Yang Berkelanjutan.

Sasaran yang ingin dicapai adalah :

  1. Menyediakan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein masyarakat Banten, energi sebesar 2.400 kkal/kapita/hari dan protein sebesar 63 gram/kapita/hari.
  2. Tertanganinya 30 Kecamatan Rawan Pangan, berdasarkan indikator NCPR.
  3. Mengembangkan Pengelolaan dan penyediaan cadangan pangan pemerintah provinsi (CPP) minimal sebesar 200 ton setiap tahun, serta lembaga cadangan pangan masyakat sebanyak 130 lumbung pada Tahun 2022.
  4. Terjaganya stabilitas harga komoditas pangan strategis dibawah Coefficient of Variation (cv) yang telah ditentukan dan harga gabah ditingkat petani.
  5. Mengembangkan penguatan kelembagaan distribusi pangan masyarakat (LDPM, LUPM dan Gapoktan serta Toko Tani Indonesia/TTI).
  6. Tersedianya Informasi pasokan, harga dan akses pangan komoditas pangan strategis di 8 Kab/Kota.
  7. Tercapainya skor Pola Pangan Harapan (PPH) 92,5 pada Tahun 2022.
  8. Tercapainya tingkat keragaman konsumsi pangan perkapita/hari untuk mencapai gizi seimbang dengan kecukupan energi minimal 2.150 kkal/kap/hari dan protein sebesar 57 gram/kap/hari (Permenkes RI No. 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan /AKG).
  9. Terawasinya Pangan Segar Asal Tumbuhan  (PSAT) yang terperiksa sebesar 90% aman di konsumsi.
  10. Meningkatnya Pangan Segar Asal Tumbuhan  (PSAT) yang tersertifikasi dan teregistrasi (No Pendaftaran) 10/15 setiap tahun.
  11. Meningkatnya pengelolaan akuntabilitas kinerja pemerintahan daerah.

Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan