PERAN PEMERINTAH DAERAH DAN PENYULUH PERIKANAN DI ERA INDUSTRIALISASI PERIKANAN



Penulis  Penyuluh Perikanan Madya BKPP Banten


Sejak di gelontorkannya program INDUSTRIALISASI PERIKANAN oleh mentri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2012, yang merupakan suatu terobosan dan merupakan strategi pembangunan perikanan yang dapat di yakini meningkatan nilai tambah dan produktivitas yang dilakukan melalui modernisasi.

Era Industrialisasi ini , didasari pada potensi sumber daya kelautan dan perikanan  Indonesia  yang sangat besar  dan tantangan daya saing Negara Negara competitor utama dalam industrialisasi.

Berbicara masalah Industrialisasi perikanan di provinsi banten  bila dilihat dari potensi yang ada,banten sangat kaya dengan potensi kelautan maupun perikanan.berdasarkan data DKP Provinsi banten jumlah budidaya laut; 441 ha.Tambak 3.458. Kolam 20.896 ha. Karamba 523 ha. Jaring apung 209 ha dan Swah 10.988 ha. Selain itu unit Pemasaran 1142 orang. Dan jumlah kelompok yang ada,seperti kelompok air laut 87 kelompok,   kelompok air payau 76 kelompok dan kelompok air tawar 631 kelompok.

Bila dilihat dari data yang ada.baik dari luas maupun jumlah kelompok, semua ini tidak sebanding dengan keberadaan penyuluh perikanan yang ada. Nyatanya jumlah penyuluh perikanan di provinsi banten . Berjumlah 32 Orang. Timbul pertanyaan apakah mungkin dari jumlah yang ada dapat melakukan pembinaan kepada kelompok maupun para pelaku utama sebanyak 36.805 orang yang tersebar di kabupaten maupun kota di provinsi banten,apalagi para penyuluh belum didukung dengan sarana prasarana dan biaya operasional yang memadai  sehingga frekwensi kunjungan ke pelaku utama maupun ke kelompok masih rendah dan dapat menyebabakan kredibilitas mereka dimata masyrakat rendah.

Sedangkan Industrialisasi.mempunyai tujuan yakni  percepatan  peningkatan pendapatan pembudidaya,nelayan,pengolah,pemasar dan petambak, sasaran utamanya adalah  meningkatkan  kualitas produksi.produktivitas,daya saing serta nila tambah sumber daya kelautan dan perikanan dan sebagai intergrasi system produksi hulu dan hilir. Dari tujuan industrialisasi yang dicanangkan ini apakah mungkin bisa berjalan sesuai harapan bila dilihat dari kondisi potensi yang ada dan jumlah pendamping nota bene penyuluh sebagai mitra para pelaku utama tidak sebanding dengan  jumlahnya yang selayaknya dari satu penyuluh membina 100 pelaku utama yang terdiri 5 klp.

 

Langkah Langkah Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Industrialisasi Perikanan

Untuk mendukung Industrialisasi Perikanan baik tangkap. Budidaya maupun Pengolahan. Pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten maupun Kota. Untuk segera mengambil kebijakan dalam keberhasilan program ini., dengan cara Pengembangan  ketenagaan penyuluh ke depan yang harus diarahkan pada pengembangan profesionalisme sebagai profesi mandiri dengan beberapa langkah langkah kebijakan,antara lain :

Pertama  :  Penyediaan jumlah penyuluh yang proporsional kelautan dan perikanan yang tersebar  disetiap daerah untuk sebagai pendamping agar dapat memajukan usaha para pelaku utama kea rah yang lebih baik. Penyebaran para penyuluh ini disesuaikan dengan potensi wilayah daerah. Selain itu perlunya penambahan penyuluh dengan mengangkat penyuluh swadaya dari para pengurus kelompok dan para pengusaha dibidang kelautan dan perikanan.

Kedua      : Peningkatan dukungan sarana prasrana yang memadai serta dukungan operasional  agar para penyuluh dapat mudah mengakses informasi yang diperlukan sehingga penyuluh lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan.

 

Peran Penyuluh Dalam Era Industrialisasi Perikanan

Dari kedua kebijakan ini,diharapkan pembangunan perikanan dan kelautan di Provinsi banten setidaknya dapat berjalan sesuai harapan karena peran penyuluh dalam mendukung Industrialisasi perikanan ini sangat dibutuhkan karena mereka berperan sebagai pendamping program program  antara lain :  PROGRAM PUMP. PROGRAM MINAPOLITAN dan program program prioritas daerah untuk pembangunan di sektor kelautan perikanan dalam pensuksesan produk produk unggulan yang merupakan sasaran yang harus tercapai di daerah.

Dampak dari penyelenggaraan penyuluhan tidak hanya meningkatan pendapatan dan produktifitas usaha namun juga dapat meningkatkan daya saing  serta tumbuh dan berkembangnya kelembagaan bisnis perikanan, tumbuhnya tokoh tokoh pembaharu bisnis perikana.disertai tumbuhnya dan berkembangnya model model penyuluhan partisipatif disertai menjadikan industry yang kreatif, di era industrialisasi ini penyuluh berperan juga dalam proses produksi dari  hulu ke hilir, sehingga akan didapat nilai tambah dari proses produksi yang dilakukan oleh para pelaku utama dalam melaksanakan usaha yang dilakukannya,  selain itu para penyuluh diharapkan lebih intensif melakukan pendampingan dan melakukan inofasi inofasi teknologi baru dalam penerapan proses produksi. Penyuluh perikanan merupakan agen perubahan bertujuan untuk merubah PRILAKU.SIKAP DAN KETERAMPILAN para pelaku utama sebagai  mitra kerjanya di daerah ,disisi lain diharapkan para penyuluh perikanan harus peka  terhadap perkembangan informasi terutama mengenai informasi yang berkaitan dengan tugas pokok penyuluh sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan.

Keberadaan penyuluh tidak lepas dari kebijakan pemerintan,daerah.dan kepedulian kepala daerah.karena masih banyak kabupaten /kota di provinsi banten tidak memiliki penyuluh perikanan,padahal bila dilihat dari segi potensi kelautan dan perikanan sangat banyak bahkan bisa dikatakan. sektor kelautan dan perikanan merupakan pendapat daerah kedua selain industry yang ada,sangat ironis sekali, semua ini kembali dari pola pikir para pemegang kebijakan.dan Cara pandangnya dalam mengimplementasikan suatu kebijakan dalam membangun suatu daerah’

Harapan dari penulis dengan program INDUSTRIALISASI KELAUTAN DAN PERIKANAN dapat berjalan sesuai harapan dan tidak dilihat hanya sebelah mata oleh pemerintah daerah maupun dinas terkait.karena semua ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Perlu kita sadari kemiskinan ,masih menghantui di tk nelayan, pemanfaatan lahan budidaya masih kurang dan unit pengolah masih bersekala kecil . tantangan kedepan sangat besar daya saing Negara Negara competitor utama semakin pesat. Fenomena ini merupakan gambaran kedepan yang harus disikapi dan diwaspadai ,agar pembangunan dibidang perikanan tidak ketinggalan dan selalu eksis sesuai dengan tujuannya MENINGKATKAN PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAN PERIKANAN ….Amin


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan