Potensi Pengembangan Agribisnis Sayuran Kangkung Darat di Provinsi Banten



Kangkung Darat (Ipomea sp) merupakan komoditas sayuran atau sayur-mayur daun yang berbentuk memanjang berwarna hijau, sayuran kangkung ini rasanya enak dan gurih, kandungan gizinya cukup tinggi terutama vitamin A, B, C dan bahan mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan.

Komoditas sayuran menempati posisi strategis dalam ketahanan pangan khususnya dalam pembangunan pertanian.  Kontribusi komoditas sayuran dalam pembangunan ekonomi mempunyai andil besar seperti dalam membuka lapangan kerja atau lapangan usaha, dalam memanfaatkan lahan sempit diperkotaan dan dalam meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat khususnya kaum petani dan buruh di Provinsi Banten.

Peran strategis komoditas sayuran tersebut masih dapat ditingkatkan mengingat potensi dan prospek pengembangannya di provinsi Banten sangat cerah, selain lahan yang masih luas dan potensial, pasar bisnis di Banten juga cukup tinggi karena didukung dengan laju pertumbuhan penduduk Banten yang terus naik signifikan.  Hal ini dapat dilakukan apabila terdapat peran dan tanggung jawab Pemerintah yang bersinergi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder).

Komoditas sayuran dalam hal ini sayuran kangkung darat memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan komoditas tanaman pangan lainnya seperti Padi dan Palawija.  Kangkung darat sebagai komoditas sayuran yang berprospek dan berpotensi untuk dikembangkan secara agribisnis di provinsi Banten, karena komoditas sayuran ini mudah cara budidayanya, murah biaya usahataninya dan cepat menghasilkan, maka perlu mendapat perhatian dari semua pihak.

Kangkung darat di provinsi Banten pada umumnya dikonsumsi sebagai olahan sayur seperti ditumis, dioseng, dipecel, bahkan yang sedang ngetrand di rumah makan sebagai bahan campuran sayur sop ikan.

Pengalaman Petani di Kabupaten Serang diusahakan dilahan sawah dan lahan darat yang diusahakan dilahan sempit (kurang lebih 0,1 ha), yang panennya secara dicabut kemudian dijual di kebun dan ada juga yang dibawa ke pasar induk Rau serang dan Pasar Modern seperti Lote Mart serta Swalayan atau Rumah Makan dan Hotel.

Prospek dari pengalaman Petani komoditas sayuran kangkung darat di Kabupaten Serang ini sangat bagus, karena dapat menambah pendapatan petani, dari luasan satu meter persegi (m2) dapat memanen hasil sayuran kangkung sampai 20 ikat, dimana satu ikat sayuran kangkung dibayar dengan harga Rp 1000,- sehingga diperoleh pendapatan usahatani dari setiap m2 sebesar Rp 20.000,- dengan jangka waktu pertumbuhan selama 21 hari atau tiga minggu.  Sehingga seandainya petani mempunyai lahan usahatani tanaman kangkung darat 0,1 ha (1.000 m2) saja, maka bearti akan diperoleh pendapatan sebesar Rp 20.000.000,- .  Jika kita bandingkan dengan agribisnis Padi dan Jagung, maka komoditas sayuran kangkung bisa dilakukan tiga kali penanaman/pemanenan dan nilai ekonominya akan jauh lebih tinggi.  Sebagai Contoh apabila komoditas padi berproduksi 700 kg dalam0,1 ha (1.000 m2) dengan harga Rp 4.000/kg Gabah Kering Pungut, maka nilai pendapatannya hanya Rp 2.800.000,- Sedangkan komoditas sayuran kangkung bisa mencaapai Rp 60.000.000 (tiga kali panen kangkung), sehingga sangat tinggi sekali nilai perbedaannya.

Cara budidaya kangkung darat sangat sederhana, mudah dan murah, teknik dan langkahnya sebagai berikut :

Persiapan dan Pengolahan Lahan

Langkah awal dari teknik budidaya kangkung darat adalah menyiapkan lahan atau media tanaman yang baik untuk pertumbuhan tanaman, yaitu dengan membersihkan gulma atau rerumuptan yang ada disekitar lahan, lalu mencangkul atau membajak tanah tersebut agar menjadi struktur tanah gembur.  Setelah dicangkul kemudian dibuat guludan dengan ukuran lebar 100-120 cm dan panjang guludan sesuai keadaan lahan atau sepanjang 10 meter.

Penanaman dan Pemupukan

Sebelum penanaman tanah diberi pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos yang telah matang dengan cara dicampurkan atau dimasukan kedalam tanah yang kemudian tanah tersebut dihaluskan dan diratakan.  Kemudian setelah tanah itu betul-betul siap untuk ditanami, maka langkah selanjutnya adalah memasukan biji kangkung darat kedalam lubang yang telah disiapkan dengan jarak tanam 2x2 cm.  Setelah umur seminggu diberi pupuk urea dengan cara pupuk urea tersebut dilarutkan kedalam air lalu disiramkan pada pangkal akar tanaman.

Pemeliharaan dan Panen

Pemeliharaan tanaman dalam agribisnis kangkung darat sangat penting hal ini untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi, misalnya dalam perlakuan penjarangan atau penyulaman tanaman, perlakuan penyiraman dan penyiangan hal ini harus dilakukan agar tanaman tumbuh sehat tanpa ada halangan. 

Pemanenan dilakukan pada umur 21 hari atau kurang lebih tiga minggu setelah tanam dan kira-kira tanaman kangkung setinggi 20-25 cm, sebaiknya waktu panen dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari kelayuan atau agar tanaman tetap segar.

Pengembangan agribisnis sayuran kangkung darat di provinsi Banten sangat prospektif dan menjanjikan, hal ini sesuai potensi dan prospek pengembangannya di provinsi Banten sangat cerah, selain lahan yang masih luas dan potensial, pasar bisnis di Banten juga cukup bagus seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat serta didukung dengan posisi Banten yang sangat strategis berdekatan dengan pasar induk dan pasar modern serta pasar disekitar ibu kota Jakarta Raya, Tangerang Raya dan Serang Raya.

Dengan demikian mari kita kembangkan agribisnis kangkung darat yang menjanjikan ini di Wilayah Provinsi Banten.  Teknologi budidayanya bisa diperoleh melalui penyuluhan-penyuluhan atau pembelajaran di kelompoktani Bapak/Ibu tentunya jangan lupa dengan bantuan para Penyuluh Pertanian setempat.

Demikian dan selamat mencoba.


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan