SEKILAS TENTANG TALAS BENEG BANTEN


SEKILAS TENTANG TALAS BENEG BANTEN


          Mendengar kata “Talas” sepertinya sudah tak asing lagi bagi masyarakat luas, yang terbesit dalam pikiran masyarakat pasti talas Bogor, padahal Indonesia ini adalah negara tropis negara yang kaya akan hasil alamnya contoh kecilnya yang ada di daerah Banten yaitu yang terkenal adalah Talas Banten lebih familiar dengan sebutan talas “BENENG” yang merupakan singkatan dari “BEsar dan koNENG” yang artinya berukuran besar dan berwarna kuning, Talas ini kebanyakan tumbuh di hutan. Perbedaan yang sangat mencolok antara Talas Beneng dan Talas Bogor yaitu terlihat dari segi tajuk dan daunnya. Daun Talas Beneng biasanya sekitar 7 helai dan Talas Bogor hanya 4-5 helai. Posisi tangkai pada bagian bawah daun Talas Beneng di bagian pinggir daun dengan posisi belahan daun berdekatan. Sedangkan posisi tangkai daun Talas Bogor berada di tengah tanpa belahan daun. Talas Beneng memiliki ukuran yang sangat besar beda dengan tumbuhan talas biasa yang memiliki ukuran sedang tapi untuk ukuran talas beneng tingginya bisa mencapai setinggi orang dewasa, talas Beneng berasal dari kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, talas ini menjadi salah satu komoditi bahan pangan pokok di Provinsi Banten.
 
Gambar Talas Beneng Banten


          Berdasarkan  informasi yang di dapat pada media online yaitu dari (Sumber informasi: http://banten.litbang.pertanian.go.id). Talas ini tumbuh liar di lereng gunung, selain itu juga talas ini memiliki batang yang berukuran besar dan panjang serta pada bagian akarnya terdapat umbi-umbi kecil atau yang disebut kimpul yang bergerombol. Selain kimpul, bagian utama yang dapat dikonsumsi adalah bagian batang. Setelah dipanen, Talas Beneng bisa tahan (alias tidak berubah citarasanya) sampai 4 bulan lamanya asal belum dikupas. Namun umur panen yang optimal dengan citarasa yang nikmat untuk olahan, yakni ketika sudah berumur 6-8 bulan. Sebab tanaman Talas Beneng bisa hidup sampai dua tahun

          Talas beneng merupakan jenis umbi-umbian asli Pandeglang yang telah berhasil dibudidayakan oleh kelompok tani wilayah Pandeglang, adalah Gapoktan Juhut Mandiri yang mulai memanfaatkan peluang Talas Beneng tersebut talas juga ini dapat diolah menjadi berbagai macam olahan  seperti tepung talas beneng, keripik talas beneng, Kue Cake talas, dan penanaman dan pengelolaannya telah berhasil dikembangkan warga kelompok tani, dimana bahwa talas beneng juga dapat disajikan dalam berbagai bentuk seperti keripik kue dan bahan dasar pangan lainnya.
 
Tepung Talas Beneng


          Bagian yang dapat dikonsumsi sebagai pangan dari talas ini cukup banyak. Batang umbi berumur lebih dari dua tahun, panjang mencapai 120 cm dengan bobot 42 kg dengan Ukuran diameter sekitar 50 cm. Talas Beneng memiliki kadar protein, mineral dan serat pangan yang relatif tinggi. Tepung yang dihasilkan memiliki kadar oksalat rendah dan berwarna cerah. Beberapa formulasi produk olahan dari tepung talas beneng yang telah dihasilkan, seperti brownies, bakpao, donat talas dan kue kering.


          Cara pengolahan produknya yang hingga saat ini masih cenderung konvensional seperti dikukus, digoreng dan tidak dikomersialisasikan, padahal tanaman ini merupakan spesifik lokasi sehingga mempunyai nilai strategis sebagai bahan pangan lokal untuk ketahanan pangan. Talas Beneng mempunyai kandungan nutrisi yang cukup baik, yaitu protein 2,01%, karbohidrat 18,30%, lemak 0,27%, pati 15,21% dan kalori sebesar 83,7 kkal. Selain itu juga talas beneng memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan lokal. Ukurannya yang besar dengan kadar protein yang tinggi serta warna kuning yang menarik adalah kelebihan yang dimiliki talas beneng yang menjadi ciri khas yang tidak dimiliki talas jenis lain.


          Walaupun kadar oksalatnya tinggi, dengan perlakuan perendaman dalam garam dapat menurunkan kadar oksalat. Pengolahan tepung menjadi aneka produk akan memperluas pemanfaatan talas beneng dalam upaya mendukung ketahanan pangan. Saat ini Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor serta Dinas Ketahanan Pangan dan Fakultas Pertanian Untirta Banten sedang mengembangkan potensi talas Banten (beneng) untuk lebih ditingkatkan lagi pemanfaatannya.


          Potensi alam diwilayah Banten sangatlah kaya tinggal bagaimana kita mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berguna terutama bagi panganan lokal, pada zaman modernisasi ini telah banyak beredar pangan instan yang siap saji namun apabila sumberdaya lokal tidak kita kembangkan maka kelemahan kita adalah akan bergantung pada hasil produksi mesin industri, jika memang sumberdaya pangan lokal masih tersedia dan masih dikembangkan dan dibudidayakan apa susahnya dipertahankan untuk masa depan anak cucu kita demi masa depan bangsa untuk membudayakan konsumsi pangan lokal. Dewasa ini pangan lokal seakan-akan terkikis di kalangan masyarakat modern untuk itu marilah kita jaga kelestarian alam agar kearifan lokal dapat dipertahankan sehingga menunjang konsumsi pangan yang sehat bergizi seimbang dan aman. Demikian sekilas mengenai Pangan Lokal Talas Beneng Khas Banten.

 

 


Red Ade Putra

 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan