Bahan Pangan Pokok Beras


Bahan Pangan Pokok Beras


Berdasarkan dari artikel dari e-book Tinjauan Pustaka mengenai pengertian Beras bahwasannya Beras merupakan biji gabah yang bagian kulitnya sudah dipisahkan dengan cara digiling dan disosoh menggunakan alat pengupas dan penggiling serta alat penyosoh (Astawan dan Wresdiyati, 2004). Beberapa cara penggolongan beras yaitu (1) berdasarkan varietas padinya, sehingga dikenal adanya beras Bengawan Solo, Celebes, Sintanur, dan lain-lain, (2) berdasarkan asal daerahnya, sehingga dikenal adanya beras Cianjur, beras Garut, dan beras Banyuwangi, (3) berdasarkan cara pengolahannya, sehingga dikenal adanya beras tumbuk dan beras giling, (4) berdasarkan tingkat penyosohannya, sehingga dikenal beras kualitas I atau beras kualitas II, (5) berdasarkan gabungan antara sifat varietas padi dengan tingkat penyosohannya (Winarno, 2004). Sifat-sifat fisik beras antara lain suhu gelatinisasi, konsistensi gel, penyerapan air, kepulenan, kelengketan, kelunakan, dan kilap nasi (Damardjati dan Purwani, 1991).


Karbohidrat utama dalam beras adalah pati dan hanya sebagian kecil pentosan, selulosa, hemiselulosa, dan gula. Pati beras berkisar antara 85 – 90% dari berat kering beras. Kandungan pentosan berkisar antara 2 – 2,5% dan gula 0,6 – 1,4% dari beras pecah kulit (Winarno, 1997). Komposisi kimia beras pecah kulit dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Komposisi kimia beras putih kulit per 100 g.

Keterangan

Nilai

Energi Karbohidrat 79 g

Gula

Serat pangan

Lemak

Protein

Air

Thiamin (Vit. B1)

Riboflavin (Vit. B2)

Niasin (Vit. B3)

Asam Pantothenat (B5)

Vitamin B6

Folat (Vit. B9)

Kalsium

Besi

Magnesium

Mangan

Forfor

Potassium

Seng

1,527 kJ (365 kkal)

79 g

0,12 g

0,66 g

7,13 g

11,62 g

0,070 mg (5%)

0,049 mg (3%)

1,6 mg (11%)

1,014 mg (20%)

0,164 mg (13%)

8 μg (2%)

28 mg (3%)

0,80 mg (6%)

25 mg (7%)

1,088 mg (54%)

115 mg (16%)

115 mg (2%)

1,09 mg (11%)

 

Berdasarkan data dari Angka Tetap (ATAP) produksi padi pada tahun 2012 sebesar 69,06 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau mengalami kenaikan sebesar 3,30 juta ton (5,02 persen) dibandingkan tahun 2011. Produksi padi pada tahun 2013 diperkirakan 69,27 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebesar 0,21 juta ton (0,31 persen) dibandingkan tahun 2012. Kenaikan produksi tersebut diperkirakan terjadi di Jawa sebesar 0,02 juta ton dan di luar Jawa sebesar 0,19 juta ton. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 5,69 ribu hektar (0,04 persen) dan peningkatan produktivitas sebesar 0,14 kuintal/hektar (0,27 persen) (Badan Pusat Statistik, 2013).