PEMBINAAN SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI (SKPG) Di Kota Serang


PEMBINAAN SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI (SKPG)

Di Kota Serang

Serang 22/07/2019 -Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan pertemuan yang dilaksanakan di RM. Pemancingan Curug, Jl. Raya Petir-Serang Kel. Curug, Kec. Curug Kota Serang Pada Tanggal 05 April 2019. Pertemuan diawali dengan laporan ketua panitia dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten sekaligus membuka secara resmi acara Pembinaan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di Kota Serang Tahun 2019.

Pembinaan Sistem Kewaspadaan pangan dan Gizi (SKPG) ini lebih menitikberatkan pada pembinaan ibu yang memiliki balita dengan badan dibawah rata-rata dan balita tidak naik berat badan 2 kali penimbangan berturut turut di Kec. Curug, Kec. Cipocok Jaya dan Kec. Serang yang didasarkan pada hasil analisis SKPG Kota Serang Tahun 2018. Selain itu, pada acara ini juga dibahas mengenai kebijakan yang berkaitan dengan Ketahanan Pangan serta konsumsi pangan menu B2SA. Acara ini juga memfasilitasi pemberian bahan percontohan berupa bahan makanan menu B2SA yang diberikan kepada ibu balita (balita yang memiliki berat badan di bawah standard dan 2T). Narasumber dalam acara ini meliputi tenaga ahli Komisi II DPRD Provinsi Banten (Atmawijaya), Kepala Bidang Penyelenggaraan Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten (Drs. H. Dendi Hamadani) dan Kepala Seksi Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten (Ruchijat, SKM) sebagai praktisi daerah. Diskusi  dipimpin oleh moderator yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten (Rudi Wahyu Rudito, STP).

Materi yang disampaikan dalam kegiatan yaitu: (a) Ketahanan Pangan dan Gizi Provinsi Banten (Atmawijaya); (b) Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Kota Serang (Drs. H. Dendi Hamadani); (c) Pembinaan SKPG melalui Konsumsi Pangan B2SA bagi balita (Ruchijat, SKM); (d) Pembagian Bahan Percontohan (Rudi Wahyu Rudito).

Hasil dari kegiatan Pembinaan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) TA. 2019 di Kota Serang adalah sebagai berikut :

  1. Provinsi Banten memiliki PERDA tentang Penyelenggaraan Pangan yaitu Perda No. 2 Tahun 2017 yang berisi tentang kebijakan pemerintah daerah dalam penyelenggaran pangan terdiri atas ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, pemanfaatan pangan, dan penanganan kerawanan pangan.
  2. Ketersediaan pangan sebagaimana dimaksud dilaksanakan melalui optimalisasi produksi pangan pokok, pengembangan pangan lokal, penguatan cadangan pangan pemerintah daerah, dan cadangan pangan masyarakat.
  3. Keterjangkauan pangan sebagaimana dimaksud dilaksanakan melalui efektifitas distribusi pangan, pemasaran, perdagangan, stabilitas pasokan harga pangan, dan bantuan pangan.
  4. Pemanfaatan pangan sebagaimana dimaksud dilaksanakan melalui pengembangan pangan lokal, dan peningkatan konsumsi pangan B2SA sesuai dengan potensi dan kearifan lokal.
  5. Pola perbaikan gizi masyarakat dilakukan melalui perbaikan pola konsumsi pangan, perbaikan atau pengayaan gizi pangan tertentu, penegakan regulasi persyaratan khusus komposisi pangan, pemenuhan kebutuhan gizi, pemenuhan gizi bagi lansia, remaja, ibu hamil, dan balita, penguatan sistem surveilan pangan dan gizi serta penguatan program gizi lintas sector.
  6. Perbaikan gizi sebagaimana dimaksud dilaksanakan oleh perangkat daerah
  7.  Ketersediaan dan konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) untuk kesehatan sangat penting dan mendasar bagi pemantapan ketahanan pangan, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, fisik yang tangguh, serta produktif, sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan sumber daya alam, yang sangat diperlukan bagi keberlanjutan pembangunan
  8. Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi dilakukan sebagai upaya penyediaan data dan informasi tentang keadaan pangan dan gizi secara rutin yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
  9. Berdasarkan hasil analisis SKPG, sepanjang tahun 2018 Kab Lebak dikategorikan relative aman pada aspek ketersediaan pangan kecuali pada bulan Februari, Maret, Mei dan november serta relatif aman pada aspek akses pangan serta pada aspek pemanfaatan pangan dikategorikan realtif aman.
  10. Berdasarkan hasil analisis SKPG, Kec. Curug dikategorikan waspada (warna kuning) pada indikator balita naik berat badan. Persentase balita naik berat badan pada bulan Juni sampai dengan bulan Desember di Kec. Curug kurang dari 90% sedangkan di Kec. Cipocok Jaya persentase balita naik berat badan kurang dari 90% terdapat pada bulan Juli s.d Desember. Untuk Kec. Serang, ditemukan kasus gizi buruk atas nama restu yang perlu penanganan lebih serius. sehingga Kec. Curug, Kec. Cipocok Jaya dan Kec. Serang memerlukan intervensi lebih lanjut.
  11. Prinsip gizi seimbang adalah seimbang jenis, jumlah dan jadwal dengan tiga kegunaan makanan yaitu zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur yang ketiga fungsinya tidak bisa saling menggantikan.
  12. B2SA adalah makanan beragam bergizi seimbang yang meliputi zat pembangun, zat pengatur, dan zat tenaga dengan porsi dan jumlah yang sesuai

Contoh menu 1 hari untuk balita 4-6 tahun :

No

Uraian

Porsi/Hari

Jenis

Satu porsi setara

Kebutuhan Per Hari

Jumlah ( Rp )

jumlah

satuan

harga/gr

1

Bahan pokok

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Kentang

210

gr

420

gr

     15.40

6,468.00

 

 

2

Jagung Manis

125

gr

250

gr

     14.30

                       3,575.00

2

protein hewani

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Daging Ayam

40

gr

40

gr

     59.40

2,376.00

 

 

1

telor

1

butir

1

butir

 2,035.00

2,035.00

3

protein nabati

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Kacang Hijau

25

gr

50

 

     28.60

1,430.00

4

sayur

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

wortel

100

gr

100

gr

     23.65

2,365.00

 

 

1

brokoli

100

gr

100

gr

     34.10

3,410.00

5

buah

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Jeruk

100

gr

200

gr

     26.40

5,280.00

 

 

1

Pisang Ambon

50

gr

50

gr

16.50

 

 

 

825.00

6

lemak

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

keju

15

gr

30

buah

    161.33

4,840.00

 

 

2

santan

0.5

bungkus

1

buah

 3,520.00

3,520.00

7

Susu

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Susu

200

ml

1

buah

 5,060.00

5,060.00

J U M L A H

               41,184.00

 

Contoh Pangan olahan dan gizinya :

  •  

Bahan Pangan

Contoh makanan/penyajian

Kandungan zat gizi

  1.  

Sagu, Tapioka, MOCAF, Maizena

Roti, mi, pasta, aneka kue, aneka biskuit/ snack

 

Karbohidrat (dapat diperkaya dengan protein, vitamin dan mineral)

  1.  
  •  

 

Jagung rebus, bubur jagung , aneka snack jagung (jagung butir, tepung maizena, bisa dicampur susu atau bahan pangan lain

Karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, niasin, vitamin C, zat besi, serat

  1.  
  •  

 

Sup, tumis, jus, diolah khusus sebagai snack

 

Vitamin A, C dan E serta serat

 

  1.  
  •  

 

Buah segar atau jus

 

Vitamin C dan B1, kalsium, kalium, natrium, fosfor dan zat besi

  1.  
  •  

 

Buah segar atau jus (bisa ditambah susu, es krim), dimasak (kukus, goreng)

 

Energi, kalium, magnesium, fosfor, kaslium dan zat besi, vitamin A, B1, B2, niasin dan B6

  1.  
  •  

 

Telur Rebus , ceplok, dadar/omelet (bisa dicampur sayuran)

Protein, energi, lemak, kolesterol, vitamin A, B1 dan C

  1.  
  •  

 

Ayam goreng atau panggang, rebus, sup (bisa dicampur sayuran)

Protein, energi, lemak, kolesterol, zat besi

  1.  

Kacang (kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dll)

Rebus, goreng, bubur

 

Protein, energi, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, vitamin C

 

 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan