PEMBINAAN SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI (SKPG) DI KABUPATEN PANDEGLANG


PEMBINAAN SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI (SKPG)

DI KABUPATEN PANDEGLANG

Dinas Ketahanan Pangan bersama stakeholder dari kabupaten Pandeglang mengadakan Pembinaan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Pertemuan dilaksanakan di RM Lesehan Fitri Dessa Ciandur Kec. Saketi, Kab. pandeglang Pada Tanggal 14 Maret 2019. Pertemuan diawali dengan laporan ketua panitia oleh kepala seksi kerawanan pangan dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten sekaligus membuka secara resmi acara Pembinaan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di Kab. Pandeglang Tahun 2019.

Pembinaan Sistem Kewaspadaan pangan dan Gizi (SKPG) ini lebih menitikberatkan pada pembinaan ibu yang memiliki balita dengan badan dibawah rata-rata dan balita tidak naik berat badan 2 kali penimbangan berturut turut di Kec. Saketi yang didasarkan pada hasil analisis SKPG Kab. Pandeglang Tahun 2018. Selain itu, pada acara ini juga dibahas mengenai kebijakan yang berkaitan dengan Ketahanan Pangan serta pola konsumsi pangan B2SA. Acara ini juga memfasilitasi pemberian bahan percontohan berupa bahan makanan menu B2SA yang diberikan kepada ibu balita (balita yang memiliki berat badan di bawah standard dan 2T). Narasumber dalam acara ini meliputi Komisi II DPRD Provinsi Banten (H.M. Kuswandi, SH), Kepala Bidang Penyelenggaraan Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten (Drs. H. Dendi Hamadani) dan Kepala Seksi Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten (Ruchijat, SKM) sebagai praktisi daerah. Diskusi  dipimpin oleh moderator yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten (Eli Juartini, STP.,M.Si).

Materi yang disampaikan dalam kegiatan yaitu: (a) Kebijakan Tentang Ketahanan Pangan dan Gizi Provinsi Banten (H.M.Kuswandi, SH); (b) Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Kab. Pandeglang (Drs. H. Dendi Hamadani); (c) Pembinaan SKPG melalui Konsumsi Pangan B2SA bagi balita (Ruchijat, SKM); (d) Pembagian Bahan Percontohan (Rudi Wahyu Rudito).

Hasil dari kegiatan Pembinaan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) TA. 2019 di Kab. Pandeglang adalah sebagai berikut :

  1. Dampak gizi buruk : gagal tumbuh, berat bayi lahir rendah, kecil, pendek, dan kurus, hambatan perkembangan kognitif, menurunkan produktifitas paada usia dewasa, dan gangguan metabolic.
  2. Provinsi Banten memiliki PERDA tentang Penyelenggaraan Pangan yaitu Perda No. 2 Tahun 2017 yang berisi tentang kebijakan pemerintah daerah dalam penyelenggaran pangan terdiri atas ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, pemanfaatan pangan, dan penanganan kerawanan pangan.
  3. Ketersediaan pangan sebagaimana dimaksud dilaksanakan melalui optimalisasi produksi pangan pokok, pengembangan pangan lokal, penguatan cadangan pangan pemerintah daerah, dan cadangan pangan masyarakat.
  4. Keterjangkauan pangan sebagaimana dimaksud dilaksanakan melalui efektifitas distribusi pangan, pemasaran, perdagangan, stabilitas pasokan harga pangan, dan bantuan pangan.
  5. Pemanfaatan pangan sebagaimana dimaksud dilaksanakan melalui pengembangan pangan lokal, dan peningkatan konsumsi pangan B2SA sesuai dengan potensi dan kearifan lokal.
  6. Penanganan kerawanan pangan sebagaimana dimakssud dilaksanakan pada kawasan rentan yang dilakukan secara sistematis, terpadu dan berkesinambungan.
  7. Kebijakan pangan diatas dituangkan dalam program APBD oleh Gubernur melalui Dinas terkait terutama Dinas Ketahanan Pangan sebagai Leading Sector untuk mencapai target RPJMD.
  8. Pemanfaatan pangan untuk pemenuhan gizi sesuai dengan pola konsumsi pangan B2SA serta pengawasan pangan yang dilakukan secara terkoordinasi.
  9. Pemanfaatan pangan diwujudkan melalui pengembangan pola konsumsi pangan B2SA, pengembangan jejaring dan informasi pangan serta peningkatan pengawasan keamanan pangan.
  10. Pengembangan pola konsumsi pangan B2SA dilaksanakan melalui internalisasi penganekaragaman konsumsi pangan terdiri atas advokasi, promosi, sosialisasi kepadda aparat dan masyarakat, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan melalui jalur formal dan non formal.
  11. Pola perbaikan gizi masyarakat dilakukan melalui perbaikan pola konsumsi pangan perseorangan dan masyarakat yang B2SA, perbaikan atau pengayaan gizi pangan tertentu, penegakan regulasi persyaratan khusus komposisi pangan, pemenuhan gizi  lansia, remaja, ibu hamil dan balita, penguatan sistem surrveilan pangan dan gizi, dan penguatan pangan dan gizi lintas sektor. Perbaikan gizi masyarakat sebagaimana dimaksud dilaksanakan oleh perangkat daerah.
  12. DPRD Provinsi Banten telah Menginisiasi Pembuatan Perda no. 2 Tahun 2017 sebagai payung hukum dalam Penyelenggaraan Pangan di Provinsi Banten yg salah satu didalamnya adalah pengaturan terkait B2SA, Mendukung pengganggaran kegiatan Dinas Ketahanan Pangan yg sesuai dengan Perda no2 Tahun 2017 dan dalam mencapai Indikator Kinerja dalam RPJMD, Melakukan pengawasan pelaksanaan Program kegiatan baik melalui rapat-rapat koordinas dan evaluasi termasuk membahas hasil LHP BPK dan LKPJ APBD dan Menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat terkait dengan B2SA.
  13. Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi dilakukan sebagai upaya penyediaan data dan informasi tentang keadaan pangan dan gizi secara rutin yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

 

 

 

 

  1. Berdasarkan hasil analisis SKPG, sepanjang tahun 2018 Kab Pandeglang dikategorikan aman pada aspek ketersediaan pangan kecuali pada bulan januari dan april serta relatif aman pada aspek akses pangan. Sedangkan pada aspek pemanfaatan pangan dikategorikan rentan pangan sepanjang 2018.
  2. Berdasarkan hasil analisis SKPG, Kec. Saketi dikategorikan waspada (warna kuning) pada indikator balita 2T. Persentase balita 2T di Kec. Saketi pada bulan Februari sampai dengan Desember kurang dari 20% sehingga memerlukan intervensi lebih lanjut.
  3. Prinsip gizi seimbang adalah seimbang jenis, jumlah dan jadwal dengan tiga kegunaan makanan yaitu zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur yang ketiga fungsinya tidak bisa saling menggantikan.

B2SA adalah makanan beragam bergizi seimbang yang meliputi zat pembangun, zat pengatur, dan zat tenaga dengan porsi dan jumlah yang sesuai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh menu 1 hari untuk balita 4-6 tahun :

No

Uraian

Porsi/Hari

Jenis

Satu porsi setara

Kebutuhan Per Hari

Jumlah ( Rp )

jumlah

satuan

harga/gr

1

Bahan pokok

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Kentang

210

gr

420

gr

     15.40

6,468.00

 

 

2

Jagung Manis

125

gr

250

gr

     14.30

                       3,575.00

2

protein hewani

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Daging Ayam

40

gr

40

gr

     59.40

2,376.00

 

 

1

telor

1

butir

1

butir

 2,035.00

2,035.00

3

protein nabati

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Kacang Hijau

25

gr

50

 

     28.60

1,430.00

4

sayur

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

wortel

100

gr

100

gr

     23.65

2,365.00

 

 

1

brokoli

100

gr

100

gr

     34.10

3,410.00

5

buah

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Jeruk

100

gr

200

gr

     26.40

5,280.00

 

 

1

Pisang Ambon

50

gr

50

gr

16.50

 

 

 

825.00

6

lemak

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

keju

15

gr

30

buah

    161.33

4,840.00

 

 

2

santan

0.5

bungkus

1

buah

 3,520.00

3,520.00

7

Susu

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Susu

200

ml

1

buah

 5,060.00

5,060.00

J U M L A H

               41,184.00

 

 

Contoh Pangan olahan dan gizinya :

  •  

Bahan Pangan

Contoh makanan/penyajian

Kandungan zat gizi

  1.  

Sagu, Tapioka, MOCAF, Maizena

Roti, mi, pasta, aneka kue, aneka biskuit/ snack

 

Karbohidrat (dapat diperkaya dengan protein, vitamin dan mineral)

  1.  
  •  

 

Jagung rebus, bubur jagung , aneka snack jagung (jagung butir, tepung maizena, bisa dicampur susu atau bahan pangan lain

Karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, niasin, vitamin C, zat besi, serat

  1.  
  •  

 

Sup, tumis, jus, diolah khusus sebagai snack

 

Vitamin A, C dan E serta serat

 

  1.  
  •  

 

Buah segar atau jus

 

Vitamin C dan B1, kalsium, kalium, natrium, fosfor dan zat besi

  1.  
  •  

 

Buah segar atau jus (bisa ditambah susu, es krim), dimasak (kukus, goreng)

 

Energi, kalium, magnesium, fosfor, kaslium dan zat besi, vitamin A, B1, B2, niasin dan B6

  1.  
  •  

 

Telur Rebus , ceplok, dadar/omelet (bisa dicampur sayuran)

Protein, energi, lemak, kolesterol, vitamin A, B1 dan C

  1.  
  •  

 

Ayam goreng atau panggang, rebus, sup (bisa dicampur sayuran)

Protein, energi, lemak, kolesterol, zat besi

  1.  

Kacang (kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dll)

Rebus, goreng, bubur

 

Protein, energi, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, vitamin C

 

Diharapkan pelaksanaan SKPG pada tahun 2019 dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan