INFORMASI STOK PANGAN, HARGA DAN PASOKAN PANGAN POKOK PERIODE HARI BESAR KEAGAMAAN NASIONAL JELANG RAMADHAN & IDUL FITRI


Kebijakan ketahanan pangan menginginkan agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan yang cukup dengan harga yang terjangkau dan diupayakan bersumber dari hasil produksi dalam negeri. Pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) permintaan bahan pangan pokok masyarakat cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaannya. Selain itu pada periode HBKN proses distribusi pangan juga sering mengalami gangguan karena adanya hambatan transportasi,  akibatnya harga pangan cenderung mengalami kenaikan bahkan bergejolak.

Terjadinya kekurangan pasokan pangan dan gejolak harga pangan pada periode HBKN akan menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan pangan pokok sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Untuk itu pemerintah perlu mengupayakan langkah-langkah antisipasi secara dini dan terkoordinasi melalui kebijakan yang tepat.

Dari hasil pantauan perkembangan harga bahan pangan pokok pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1435 H yang dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten di pasar-pasar besar yang dipantau di Kabupaten dan Kota Provinsi Banten masih dalam keadaan relatif stabil.

Tabel : Perkembangan Harga Pangan Januari – Juni 2014

Berdasarkan hasil Analisis Perkembangan Harga Pangan Strategis Periode HBKN  kurun waktu tahun 2010 – 2014 dapat diinformasikan sebagai beerikut :

 



Pasokan beras di Provinsi Banten tergolong stabil sepanjang tahun. Berdasarkan hasil perhitungan prognosa kebutuhan dan ketersediaan beras, kebutuhan beras Provinsi Banten untuk tahun 2014 diperkirakan mencapai 1.200.353 ton dengan ketersediaan sebanyak 1.269.036 ton. Dengan demikian pada tahun 2014 diperkirakan stok beras di Provinsi Banten mengalami surplus sebanyak 68.683 ton. Harga beras pada bulan juni masih stabil sesuai dengan kualitasnya 8.294 per kilogram.

Untuk pangan pokok beras, pemerintah Provinsi Banten sampai Juni 2014 ini memiliki cadangan pangan pemerintah yang dititipkan di Bulog sebanyak 130,610  ton dan yang dititipkan di lembaga distribusi pangan sebanyak 21 ton beras. Oleh karena itu, bisa dikatakan stok pangan pokok beras di Provinsi Banten sangat aman.

Hasil Kunjungan kerja Kepala BKPP Provinsi Banten Ir. H. Agus Tauchid. S. M.Si ke Sub Divre Serang yang diterima oleh Kepala Divre DKI Banten beserta jajarannya menyampaikan bahwa Stok Beras di Gudang Bulog  dianggap cukup aman hingga lebaran. Stok beras di Gudang Bulog Divre Banten  26.055 ton  cukup untuk ketahanan pangan enam bulan ke depan. Sub-sub Divre Bulog di Banten  juga akan melakukan operasi pasar komersial untuk membentuk harga yang sesuai dengan pasar. Tujuannya agar tidak terjadi lonjakan yang terlalu memberatkan masyarakat.

Lain halnya dengan bawang merah, berdasarkan hasil perhitungan prognosa kebutuhan dan ketersediaan bawang merah di Provinsi Banten tahun 2014, diketahui produksi bawang merah Provinsi Banten adalah sebesar 1.230 ton. Dengan kebutuhan bawang merah sebesar 59.920 ton/tahun maka Provinsi Banten mengalami defisit bawang merah sebesar 58.690 ton (artinya ± 98 % ketersediaan bawang merah Banten masih dipasok dari luar Banten).

Ketersediaan bawang merah di Provinsi Banten sangat tergantung dari pasokan luar Banten. Ketergantungan pasokan bawang merah dari luar Banten tentunya dapat diminimalisasi jika area sentra pertanian bawang merah di Banten terus dikembangkan. 

Tetapi dibalik pasokannya yang tidak stabil, harga bawang merah pada Juni tahun 2014 di Provinsi Banten dari Rp.20.783,- per kilogram di minggu ke dua juni menjadi Rp.20 683 per kilogram di minggu ketiga Juni 2014. Turunnya harga bawang dapat disebabkan karena pasokan yang melimpah dari sentra penghasil bawang.

Berdasarkan hasil perhitungan prognosa kebutuhan dan ketersediaan cabe merah tahun 2014, diketahui produksi cabe merah Provinsi Banten adalah sekitar 11.528 ton. Dengan kebutuhan cabe merah sebesar 16.132 ton/tahun maka Provinsi Banten mengalami defisit cabe merah sebesar 4.604 ton (artinya ± 29 % ketersediaan cabe merah Banten masih dipasok dari luar Banten).

Selain pasokannya yang tidak stabil, harga cabe merah pada Juni tahun 2014 di Provinsi Banten Rp.17.575.- per kilogram di minggu ke dua juni menjadi Rp.17.525,- per kilogram di minggu ketiga Juni 2014.

Terganggunya pasokan cabe merah yang berakibat pada kenaikan harga yang tinggi pada Juni tahun 2014 di Provinsi Banten selain karena faktor kelangkaan cabe merah dipasaran, juga disebabkan oleh terganggunya pasokan cabe merah dari luar Banten. Yang terjadi saat ini, ketika pasokan dan distribusi cabe merah terganggu, barang menjadi langka dan harga menjadi tidak stabil di pasaran.

Berdasarkan perhitungan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan Provinsi Banten tahun 2014, diketahui kebutuhan daging sapi adalah sebesar 26.042 ton, dengan produksi bersih daging sapi adalah sebesar 31.914 ton, maka ketersediaan daging sapi di Banten terdapat surplus sebesar 5.872 ton. Harga daging sapi pada minggu ke dua Rp.92.771 dan ketiga bulan juni 2014 ini masih stabil di angka Rp. 92.458,-per kilogram.

Berdasarkan perhitungan prognosa kebutuhan dan ketersediaan daging ayam di Provinsi Banten tahun 2014, diketahui kebutuhan daging ayam tahun 2014 sebesar 78.702 ton, sementara produksinya sebanyak 120.913 ton, sehingga pada tahun 2014 terdapat surplus sebanyak 42.211 ton. Harga daging ayam broiler pada minggu ke dua senilai  Rp.30.492,-dan ketiga bulan juni 2014 ini masih stabil di angka Rp. 30.754,- per kilogram.

 

DATA KETERSEDIAAN KOMODITAS PENTING TAHUN 2014
BERDASARKAN DATA PROD ARAM II TAHUN 2013 PROVINSI BANTEN (TON)

 


* cabe merah dan bawang merah angka realisasi produksi 2012
* beras, jagung, kedelai, kacang tanah (ARAM II 2013, BPS)

sumber : data diolah oleh Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten)


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan