Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Pastikan Stok dan Harga Pangan Banten Aman Jelang Ramadan 1447 H

Sumber Gambar :

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Pastikan Stok dan Harga Pangan Banten Aman Jelang Ramadan 1447 H

Serang, 12-02-2026 

Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Banten melalui Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan (Satgas Saber Pelanggaran Pangan) melakukan pemantauan intensif di Pasar Malabar, Kota Tangerang, untuk memastikan stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta keamanan pangan bagi masyarakat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Dr. Nasir.,SP.,MBA.,MP, mengungkapkan, hasil pemantauan menunjukkan kondisi pangan di wilayah Banten secara umum masih aman dan terkendali. “Ketersediaan pangan di wilayah Banten dalam kondisi cukup dan mencukupi. Harga sebagian besar komoditas relatif stabil. Untuk komoditas yang mengalami kenaikan seperti minyak goreng Minyakita dan cabai merah keriting, kami terus memantau distribusinya dari hulu hingga hilir,” ungkap Dr. Nasir, Selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten.

Beliaua juga menjelaskan, pengawasan dilakukan langsung terhadap sejumlah bahan pokok strategis seperti beras, gula, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam, bawang merah, dan cabai. Selain harga, tim juga memastikan tidak terjadi praktik penimbunan, pelanggaran distribusi, maupun peredaran pangan yang tidak memenuhi standar mutu dan keamanan.

Menurut Bpk. Dr. Nasir, selaku pimpinan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten beliau menjelaskan bahsa minyak goreng Minyakita di tingkat pengecer masih mengikuti harga dari agen dengan margin keuntungan relatif tipis, sekitar Rp 500 per liter. Sementara pasokan cabai merah keriting berasal dari Pasar Induk Tanah Tinggi sehingga harga menyesuaikan kondisi pasar induk. “Kami ingin masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap pasokan maupun lonjakan harga. Setiap temuan di lapangan akan langsung kami tindaklanjuti bersama aparat penegak hukum,” ujarnya.

Pemantauan tersebut dipimpin Asisten Daerah (Asda) II Provinsi Banten, serta melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Biro Perekonomian dan Pembangunan, perwakilan Bank Indonesia, Bulog, Pemerintah Kota Tangerang, hingga jajaran Polda Metro Jaya.

dalam acara tersebut telah hadir pula Asda II Pemprov Banten Budi Santoso beliau menegaskan, pengawasan lintas sektor akan terus diperkuat menjelang Ramadan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat. “Kami memastikan tidak ada praktik permainan harga ataupun pelanggaran distribusi yang merugikan masyarakat. Stabilitas pasokan dan harga menjadi prioritas pemerintah,” Pungkasnya.

Selain itu juga Pemerintah Provinsi Banten bersama Satgas Saber Pelanggaran Pangan berkomitmen melakukan pemantauan rutin serta mengambil langkah tegas sesuai ketentuan perundang-undangan guna menjaga ketahanan dan stabilitas pangan daerah.


Share this Post