KEPALA DINAS KETAHANAN PANGAN BANTEN TANTANG MAHASISWA UIN JAKARTA CETAK CUAN DARI AGRIBISNIS

Sumber Gambar :

KEPALA DINAS KETAHANAN PANGAN BANTEN TANTANG MAHASISWA UIN JAKARTA CETAK CUAN DARI AGRIBISNIS

 

- Program Studi Magister Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Stadium General bertema "Potensi Provinsi Banten sebagai Lumbung Pangan Nasional" di Kampus UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (23/10/2026). Forum akademik yang dipandu Ketua Prodi Magister Agribisnis Dr. Drh. Zulmaner ini menghadirkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Dr. Nasir, SP., MBA., MP., untuk memotivasi para mahasiswa agar berani terjun langsung menggarap potensi besar sektor pertanian Indonesia. Dalam pemaparannya di hadapan civitas akademika, Dr. Nasir menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar utama stabilitas nasional yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda terdidik. Ia mendorong para mahasiswa untuk membuang stigma lama tentang dunia pertanian dan mulai melihat agribisnis sebagai peluang ekonomi yang sangat menjanjikan. Menurutnya, anak muda tidak boleh gengsi untuk terjun ke sektor yang terbukti vital bagi perekonomian ini.

"Kenapa gaul enggak usah malu? Katanya pengin banyak duit. Nah, ini kita sekarang tumbuhkan. Makanya salah satu tadi kita mengirimkan yang magang Jepang agar menjadi pionir," ujar Dr. Nasir saat membakar semangat mahasiswa di lokasi acara, Jumat,23 Oktober 2026.

Dorongan tersebut didasari atas besarnya peluang pasar yang belum terserap optimal di Banten. Dr. Nasir membeberkan bahwa Banten memiliki kebutuhan jagung pakan sebesar 1,7 juta ton per tahun untuk 14 pabrik, namun produksi lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 45.000 ton atau 4 persen saja.

Celah pasokan yang sangat besar ini menjadi peluang emas bagi mahasiswa UIN Jakarta untuk menerapkan keilmuan mereka, membentuk kelompok usaha produktif, maupun memanfaatkan jaringan koperasi guna menguasai rantai pasok agribisnis regional.

Selain komoditas pakan, peluang pasar sayur-mayur juga dinilai sangat kompetitif dengan tingkat permintaan yang tinggi. Dr. Nasir menekankan bahwa optimasi pola tanam pada lahan terbatas sangat potensial mendatangkan keuntungan finansial yang menjanjikan, sebagaimana dibuktikan langsung oleh para alumni program magang.

"Ada petani kebetulan anaknya itu salah satu petani magang Jepang yang dikirim kemarin itu dia cerita ya ke Pak Gubernur bahwa saya bisa menghasilkan di atas UMR ee dengan lahan hanya 1000 m," beber Dr. Nasir membagikan kisah sukses salah satu pionir muda tersebut.

Tak hanya itu, ia menyodorkan keberhasilan hilirisasi komoditas lokal seperti Talas Beneng asal Pandeglang yang berhasil diolah secara zero waste hingga meraih penghargaan internasional dari FAO di Roma, serta pengolahan ubi menjadi pasta yang mampu meningkatkan nilai jual produk secara drastis.

Berbagai contoh ini menunjukkan bahwa sentuhan inovasi dan keilmuan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk menaikkan kelas produk pertanian lokal.

Antusiasme tinggi pun dirasakan oleh para peserta yang memenuhi ruang acara. Arum mahasiswa Agribisnis UIN Jakarta yang hadir mengaku sangat terkesan dengan pemaparan materi serta motivasi yang diberikan sepanjang acara.

"Acara ini sangat membuka wawasan kami. Saya senang sekali bisa mendapatkan pengetahuan baru yang sangat riil tentang peta peluang agribisnis di Banten, mulai dari teknologi PM-AAS sampai potensi hilirisasi komoditas lokal.

Materi yang disampaikan Pak Kadis membakar semangat kami untuk tidak ragu terjun langsung menjadi pelaku agribisnis modern," ungkapnya kepada Panennews.

Di akhir gelaran Stadium General, Dr. Nasir mengajak mahasiswa Agribisnis UIN Jakarta untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mengambil peran sebagai pionir petani milenial yang memimpin transformasi pertanian modern di Indonesia.


Share this Post