PEMANTAUAN STABILITAS PASOKAN DAN HARGA PANGAN MINGGU KE 4 BULAN FEBRUARI 2025

Sumber Gambar :

PEMANTAUAN STABILITAS PASOKAN DAN HARGA PANGAN MINGGU KE 4 BULAN FEBRUARI 2025

 

A. NERACA KETERSEDIAAN PANGAN

Pada Bulan Februari 2025 minggu keempat untuk ketersediaan Pasokan 12 (dua belas) Komoditas pangan dapat di lihat pada table berikut :

B. TREND HARGA KOMODITAS DIBULAN FEBRUARI 2025

Pada Hari Selasa Minggu keempat Bulan Februari, dari 23 komoditas apabila melihat rata-rata minggu lalu terdapat 14 komoditas yang mengalami kenaikan harga dibanding harga pada minggu lalu yaitu 1. Beras Premium, 2. Beras Medium, 3. Jagung Tk Peternak, 4. Bawang Merah, 5. Cabai Merah Keriting, 6. Daging Sapi Murni, 7. Cabai Rawit Merah, 8. Daging Ayam Ras, 9. Telur Ayam Ras, 10. Tepung Terigu Curah, 11. Tepung Terigu Kemasan, 12.  Ikan Kembung, 13. Ikan Tongkol, 14. Garam Konsumsi  Kenaikan paling tinggi adalah Garam Konsumsi sebesar 9,78% (harga sebelumnya Rp. 9.588 menjadi Rp. 10.628 Harga tertinggi berada di kabupaten Lebak dan terendah di Kota Tangerang Selatan. Sementara untuk harga yang turun (penurunan harga) ada 7 komoditas yaitu: 1. Jaguang Tk Peternak, 2. Cabai Merah Besar, 3. Bawang Putih Bonggol, 4. Gula Konsumsi, 5. Minyak Goreng Kemasan, 6. Minyak Goreng Curah, 7. Ikan Bandeng , penurunan Harga yang paling signifikan adalah komoditas Ikan Bandeng sebesar 1,18 % harga sebelumnya adalah Rp. 35.086 menjadi Rp. 35.567 dengan harga terendah di Kabupaten Pandenglang dan Harga tertinggi di Kabupaten Tangerang. Sedangkan Beras SPHP mengalami harga yang stabil.

Dari table diatas dapat dilihat bahwa 3 komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah:

 

  1. Cabai Rawit Merah : Kenaikan harga cabai rawit merah di Provinsi Banten saat ini disebabkan oleh beberapa faktor utama:
  1. Cuaca Ekstrem: Intensitas hujan yang tinggi mengganggu proses panen cabai. Ketika curah hujan meningkat, banyak petani tidak dapat panen tepat waktu, sehingga stok cabai di pasar menjadi berkurang. Cuaca yang buruk juga dapat merusak tanaman cabai, menyebabkan kerugian lebih lanjut bagi para petani.
  2. Permintaan Menjelang Ramadan: Dengan mendekatnya bulan Ramadan, permintaan terhadap bahan pangan, termasuk cabai, biasanya meningkat. Hal ini menyebabkan lonjakan harga karena permintaan yang lebih tinggi tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup.
  3. Fluktuasi Pasokan: Ketidakpastian dalam pola panen akibat cuaca yang tidak menentu menyebabkan fluktuasi dalam pasokan cabai. Ini berujung pada ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan, sehingga harga cenderung naik.
  1. Telur Ayam Ras : Kenaikan harga telur ayam ras di Provinsi Banten saat ini disebabkan oleh beberapa faktor:
  1. Permintaan Musiman: Menjelang bulan Ramadan, permintaan terhadap telur ayam ras biasanya meningkat. Masyarakat cenderung membeli lebih banyak bahan pangan, termasuk telur, untuk persiapan berbuka puasa dan sahur. Hal ini menyebabkan lonjakan harga di pasar.
  2. Kenaikan Biaya Produksi: Biaya pakan yang semakin mahal dan kesulitan dalam mendapatkan bibit ayam (DOC) juga berkontribusi pada kenaikan harga. Peternak mengalami tekanan biaya yang lebih tinggi, yang akhirnya berdampak pada harga jual telur.
  3. Fluktuasi Pasokan: Ketersediaan telur di pasar dapat bervariasi, tergantung pada kondisi cuaca dan kesehatan ayam petelur. Jika ada gangguan dalam produksi akibat penyakit atau cuaca buruk, pasokan telur akan berkurang, sehingga harga cenderung naik.
  4. Garam Konsmsi: Kenaikan harga garam konsumsi di Provinsi Banten saat ini disebabkan oleh beberapa faktor:
  5. Kenaikan Permintaan: Permintaan garam konsumsi meningkat menjelang bulan Ramadan, ketika banyak masyarakat mempersiapkan bahan makanan untuk berbuka puasa dan sahur. Hal ini berkontribusi pada lonjakan harga di pasar.
  6. Fluktuasi Pasokan: Produksi garam dalam negeri mengalami tantangan, terutama akibat cuaca yang tidak menentu. Fenomena cuaca seperti La Nina dapat mengakibatkan penurunan produksi garam, sehingga pasokan menjadi terbatas dan harga naik.
  7. Kebijakan Impor: Pemerintah berencana menghentikan impor garam konsumsi pada tahun 2025. Keputusan ini dapat menyebabkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan pedagang mengenai ketersediaan garam, yang pada gilirannya mendorong kenaikan harga saat ini

 

C. LANGKAH – LANGKAH MENEKAN HARGA PANGAN STRATEGIS

Pemerintah Provinsi Banten dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan Povinsi Banten dapat mengambil beberapa langkah untuk menekan kenaikan harga cabai rawit merah, telur, dan garam konsumsi di Provinsi Banten, antara lain:

  1. Operasi Pasar: Melakukan operasi pasar secara rutin untuk mendistribusikan komoditas dengan harga lebih terjangkau. Ini dapat membantu menstabilkan harga di pasar lokal dengan menyediakan pasokan yang cukup yang dapat dilakukan secara bersama sama antar OPD dan Dinas Indag sebagai leading sector.
  2. Mobilisasi Pasokan: Mendorong mobilisasi pasokan dari daerah yang memiliki hasil panen melimpah ke daerah yang mengalami kekurangan. Kerja sama antar daerah perlu ditingkatkan untuk meratakan distribusi pangan, hal ini gtelah di laksanakan pada program GPM (Gelar Pangan Murah).
  3. Monitoring dan Pengendalian Harga: Melakukan pemantauan harga secara berkala untuk mengidentifikasi fluktuasi harga dan mengambil tindakan cepat jika terjadi lonjakan harga yang signifikan. Ini termasuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan yang diperlukan oleh masyarakat di Provinsi Banten.

D. TREND HARGA 23 KOMODITAS PER KAB KOTA

Dari trend harga minggu keempat  bulan Februari  dari 23 komoditas Dimana Komoditas yang hampir semua Kab Kota yang mengalami kenaikan adalah 1. Beras Medium, 2. Jagung Tk. Peternak, 3. Bawang Putih Bonggol, 4. Cabai rawit merah, 6. Gula Konsumsi, 7. Minyak Goreng curah dan 8. Minyak Kita Sedang komoditas lain naik hanya di beberapa kab kota saja yang menyebabkan kenaikan tersebut adalah Salah satu penyebab utama adalah ketidak seimbangan antara pasokan dan permintaan. Jika permintaan terhadap suatu komoditas pangan meningkat di kota tersebut, sementara pasokan tidak dapat memenuhi kebutuhan, harga akan cenderung naik begitu pula gangguan dalam distribusi akibat kondisi cuaca buruk, bencana alam, atau masalah logistik dapat menghambat pasokan komoditas pangan ke pasar lokal. Hal ini menyebabkan kelangkaan dan, akibatnya, kenaikan harga.

 

E. LAPORAN HARGA HARIAN

Dilihat dari laporan harian, hari Selasa 25 Februari 2025 dibanding dengan hari Senin 24 Februari 2025 terdapat 8 komoditas yang mengalami kenaikan dan 11 komoditas penurunan, kenaikan yang paling signifikan adalah Komoditas Cabai rawit Merah besar sebesar hingga Rp. 6.229 atau 7,43% dari hari kemarin Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan signifikan adalah Komoditas Garam Konsumsi sebesar Rp. 1.325. Atau sebesar 13,57% dari harga sebelumnya. Sedangkan komoditas lainnya mengalami harga yang stabil.

F. INFOGRAFIS HARGA PANGAN POKOK

G. TREN HARGA BERAS MEDIUM, BAWANG PUTIH DAN AYAM RAS

1. Beras Medium

Apabila melihat trend harga Beras Medium minggu keempat Bulan Februari dibandingkan dengan harga Minggu ketiga Bulan Februari, Kab Kota yang mengalami kenaikan harga adalah Kota Cilegon sebesar 0,60% dari Rp. 12.469 menjadi Rp. 13.550 dan Kota Tangerang Selatan sebesar 7,69 dari harga Rp. 12.000 menjadi Rp. 13.000 sedangkan penurunan harga terjadi di Kabupaten Lebak sebesar 10,95% dari Rp. 12.710 menjadi Rp. 12.590 Sedangkan Kab Kota Lainya mengalami harga yang stabil.

2.  Bawang Putih

Apabila  melihat Apabila  melihat trend  harga  Bawang  Putih minggu keempat Bulan Februari dibandingkan dengan harga Minggu ketiga Bulan Februari, Untuk kenaikan harga terdapat di Kabupatem Lebak, Kota Cilegon dan Kota Serang, Kenaikan harga  paling signifikan ada di Kota Serang sebesar 2,40% dari harga Rp. 41.675 menjadi Rp.42.700. Sedangkan Penurunan harga ada di Kota Tangerang dan Kota Tangeranf Selatan, penurunan paling signifikan ada di Kota Tangerang Selatan sebesar 35,53% dari Rp. 48.250 menjadi 35.600 untuk Kab/Kota lainnya mengalami harga yang stabil.

 

3.  Daging Ayam Ras

Apabila melihat Apabila melihat trend harga Daging ayam ras minggu keempat Bulan Februari dibandingkan dengan harga Minggu ketiga Bulan Februari, tidak ada Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan harga, Sedangkan penurunan harga terjadi di Kab Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang dan Kota Tangerang Dimana Penurunan paling signifikan ada di Kota Serang sebesar 1,29% dari harga Rp. 42.211 menjadi Rp. 42.188. sedangkan untuk Kab/Kota lainnya mengalami harga yang stabil.


Share this Post